<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='news'>headlines</a></div>

Koleksi Lagu Rayola

Nama lengkapnya Yola Aurelia Laksmi, sering disapa Adek, Ola, Yola, atau Rayola. Lahir di Padang pada tanggal 31 Maret 1996. Yola memiliki kakak Yoga Pradana dan Yogi Pradipta, sedangkan adiknya bernama Fanessa Allyah Rasya. Anak ke-3 dari pasangan Doni Kalimata asal Pekanbaru dan Rina Hendriani asal Padang ini memiliki hobi menyanyi, menari, dancer, berenang. Yola punya cita-cita menjadi aktris, penyanyi, dan dokter. Ia pernah bersekolah di SDN 19 Batung Taba Kec. Lubuk Begalung Padang dan SMPN 17 Banuaran Padang.

Yola Aurelia Laksmi
Menyanyi adalah salah satu hobi Rayola yang membuatnya banyak dikenal. Suara khas yang dimilikinya dalam melantunkan lagu-lagu Minang mampu membuat kagum para pencinta musik Minang. Kemampuan bernyanyi telah dimulai sejak kecil, pernah les di "Sari Musik" dan beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain:
  • Juara Umum Lomba Lagu Minang "Feny Harison" Lubuk Basung se-Sumbar;
  • Juara I Lomba Lagu Minang Favorit "Feny Harison" Lubuk Basung;
  • Juara I Bintang Idola Cilik Padang Fair tahun 2008 
  • Juara II Lomba Pop di HBT/WHBT;
  • Juara Favorit Wanita Festival Lagu Minang se-Kota Padang di Rimbo Datar tahun 2002;
  • Juara II Lomba Solo Song Tingkat SD kelas I – III Bazar ST. Yusuf;
  • Ikut Audisi Idola Cilik kelas 4 SD masuk 46 besar;
  • Ikut Audisi AFI Junior kelas 5 SD masuk 60 besar.

Beberapa album Rayola yang sudah beredar luas di pasaran adalah Hanyo Punyo Cinto, Takana Kasiah di Pakanbaru, Rindukan Ayah, dan Cinto Tak Sampai. Berikut Koleksi Lagu Rayola (Lagu Minang) yang bisa di unduh. Klik judul lagu untuk mengunduh!:

Hanyo Punyo Cinto

Takana Kasiah di Pakanbaru

Rindukan Ayah

Cinto Tak Sampai

Sejarah Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Indonesia

Data Pokok Pendidikan atau Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Karena tanpa perencanaan pendidikan yang matang, maka seluruh program yang terbentuk dari perencanaan tersebut akan jauh dari tujuan yang diharapkan. Untuk melaksanakan perencanaan pendidikan, maupun untuk melaksanaan program-program pendidikan secara tepat sasaran, dibutuhkan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus up to date. Dengan ketersediaan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date tersebut, maka proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program-program pendidikan nasional dapat dilaksanakan dengan lebih terukur, tepat sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan suatu sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan disebut dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dapodik ini dikelola oleh biro PKLN sampai tanggal 30 Maret 2010 diserahterimakan kepada PSP Balitbang. Data pokok pendidikan awalnya dapat diakses melalui situs dapodik.org yaitu data sejak tahun 2006 sampai 2011. Untuk data tahun 2012 tidak tersedia di situs dapodik.org karena situs tersebut telah ditutup sejak 1 Januari 2012. Berdasarkan surat edaran dari Kemdiknas no. 1980/P3/TP/2011 tanggal 14 September 2011 data NPSN dan NISN hanya dapat diakses melalui situs kemdiknas.

Layanan Dapodik mulai dikembangkan pada tahun 2006 oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri dikenal dengan Biro PKLN Depdiknas dimasa itu. Berikut disampaikan rekam jejak perjalanan DAPODIK dari periode 2006 s.d 2011.
  • Januari 2006. Kabiro PKLN (Bapak Gatot HP) sebagai pejabat baru di Biro PKLN menganalisa salah satu kendala dan hambatan utama proses perencanaan di lingkungan Depdiknas masa itu adalah ketersediaan data yang lengkap, akurat dan mudah diakses sebagai bahan penyusunan kebijakan program, evaluasi dan perencanaan Depdiknas.
  • Februari 2006. Untuk melakukan identifikasi kebutuhan adanya ketersediaan data yang lengkap, akurat dan mudah diakses tersebut. Biro PKLN mengadakan serangkaian acara diskusi dan koordinasi dengan mengundang para ahli/pakar Sistem Informasi dari kalangan akademisi (Perguruan Tinggi) dan Praktisi TI serta melibatkan unit-unit kerja di lingkungan Depdiknas Pusat dan Daerah) Kesimpulan umum dari serangkaian acara tersebut, antara lain: Depdiknas belum memiliki data referensi terpusat, teridentifikasi data yang bersifat utama/pokok meliputi: Sekolah, Siswa, Guru dan Kurikulum. Ada banyak pulau data yang antara satu dengan lainnya tidak terhubung. Metode pengumpulan data yang selama ini menggunakan mekanisme kuisoner manual kurang efektif dan efisien. Perlu dimutakhirkan memanfaatkan teknologi infomrasi terkini yaitu sistem pengumpulan data secara online real time layaknya sistem perbankan.
  • Maret 2006. Hasil dari kesimpulan dirumuskan dalam wujud rencana membangun pusat referensi data nasional yang mencakup sekolah, siswa, guru yang disebut DAPODIK (Data Pokok Pendidikan). Adapun untuk tenaga pendidik dan kurikulum akan dibangun di tahap selanjutnya. Sistem DAPODIK mengacu pada sistem perbankan yaitu yang bersifat real time online dan mencontoh implementasi layanan PSB Online yang marak diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten di masa itu.Untuk mendukung sistem Dapodik yang bersifat online dan real time tersebut dibutuhkan infrastruktur jaringan online skala nasional. Biro PKLN bekerjasama dengan Direktorat PSMK Mandikdasmen dalam upaya membangun jaringan online skala nasional tersebut yang lebih dikenal dengan nama JARDIKNAS untuk mendukung program DAPODIK.
  • April s.d Mei 2006. Proses penyempurnaan sistem DAPODIK dan rencana pengembangan JARDIKNAS mulai intensif dilaksanakan. Di Biro PKLN dibentuk Tim Gugus Tugas Khusus untuk mengawal proses pengembangan dan implementasi DAPODIK dan JARDIKNAS. Tim Satgas Khusus ini lebih dikenal dengan sebutan Tim JARDIKNAS Biro PKLN daripada Tim DAPODIK Biro PKLN.
  • Juni 2006. Rilis pertama DAPODIK mulai diperkenalkan kepada Dinas Pendidikan se Indonesia khususnya di bagian perencanaan dan program. DAPODIK telah disajikan secara online di Internet memanfaatkan jasa colocation server di salah satu provider Internet di Indonesia.
  • Juli 2006. Proses pengadaan barang dan jasa JARDIKNAS mulai dilaksanakan hampir bersamaan dengan program INHERENT dari DIKTI.
  • September 2006. Proses implementasi JARDIKNAS di 450 Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dan 33 Provinsi se Indonesia mulai digelar oleh PT. Telkom sebagai pemenang tender.
  • Oktober – Desember 2006. Program blockgrant pengumpulan data sekolah dan siswa mulai dilaksanakan ke seluruh Kota Kabupaten se Indonesia dalam rangka melengkapi data siswa dan sekolah pada sistem DAPODIK memanfaatkan koneksi JARDIKNAS. Serangkaian acara sosialisasi digelar di setiap provinsi dengan mengundang dinas pendidikan kota/kabupaten di wilayah provinsi masing-masing.
  • November 2006. Data Center DAPODIK dimutakhirkan ditempatkan di kompleks senayan (Gedung C Lantai 7) dan Data Center Jardiknas di Colocation PT. Telkom.
  • Desember 2006. Hasil kegiatan pengumpulan data telah mencapai 32 juta siswa dan 200 ribu sekolah di sistem DAPODIK. Infrastruktur JARDIKNAS telah selesai digelar di 450 Kota/Kabupaten dan 33 Provinsi.
  • Januari – Februari 2007. Proses pemutakhiran data sekolah dan data siswa masih berlangsung di seluruh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten se Indonesia dengan memanfaatkan sepenuhnya koneksi dari JARDIKNAS sesuai dengan rencana yang telah disusun pada awal tahun 2006 lalu.
  • Maret – Mei 2007. Blockgrand tahap 2 untuk pemutakhiran data siswa dan sekolah kembali digelar.
  • Juli 2007. Untuk pertama kalinya sistem DAPODIK memproses data kenaikan dan kelulusan secara otomatis sebagai bagian dari proses pemutakhiran data. Adapun proses validasi dan verifikasi status kelulusan dan kenaikan siswa dilaksanakan oleh Dinas Pendididikan secara online real time.
  • Agustus 2007. Program SchoolNet mulai dipersiapkan untuk meningkatkan keterjangkauan akses JARDIKNAS hingga ke tingkat sekolah-sekolah. SchoolNet dirancang untuk mendukung akses DAPODIK hingga ke tingkat sekolah-sekolah. Terdapat dua jenis SchoolNet, yaitu: basis Speedy Telkom dan SchoolNet basis Wifi.
  • September 2007. Tender JARDIKNAS periode ke-2 menjangkau 1100an node seIndonesia. 
  • April 2008. Program JARDIKNAS dipindah ke Pustekom dengan alasan Tupoksi. Termasuk DAPODIK juga dipindahkan ke PSP Balitbang. Tim Jardiknas (DAPODIK) Biro PKLN dibubarkan.
  • Mei 2008. PSP Balitbang tidak kunjung menerima tanggungjawab pengelolaan DAPODIK karena lebih mementingkan program PADATI Web, sehingga DAPODIK tidak ada yang mengelola dan terlantar.DAPODIK tidak ada alokasi anggaran operasional dan pemeliharaannya di Biro PKLN karena seharusnya sudah dikelola oleh PSP Balitbang sebagai bagian dari paket pemindahan JARDIKNAS dan DAPODIK. Oleh karena itu pengelolaan DAPODIK disiasati dengan menyerahkan operasionalnya kepada Dinas Pendidikan melalui surat dari Kabiro PKLN tanggal 28 Mei 2008.
  • Juni 2008. Terjadi kasus privasi data yang diprotes oleh para komunitas Blogger. Pihak Biro PKLN meminta bantuan Tim DAPODIK (ex Tim JARDIKNAS) untuk melakukan perbaikan dan pembenahan. Tim DAPODIK turun tangan untuk perbaikan dengan menutup akses privasi data.
  • Juli 2008. DAPODIK boleh dikatakan tidak terkelola dengan baik karena PSP Balitbang tidak kunjung menerima DAPODIK. Pihak Biro PKLN meminta kerjasama dengan Tim DAPODIK (ex Tim JARDIKNAS) untuk memelihara DAPODIK secara sukarela. Tim DAPODIK menerima kerjasama tesebut untuk menjaga dan merawat pelayanan DAPODIK dengan dukungan dari SEAMOLEC. Oleh karena itu disebut Tim DAPODIK Biro PKLN.
  • Agustus 2008. Kondisi JARDIKNAS yang dikelola oleh Pustekkom tidak stabil dan menyebabkan komplain dari pengguna DAPODIK. Tim DAPODIK Biro PKLN berinisiatif untuk mengaktifkan server cadangan DAPODIK di colocation Telkom untuk menjamin kehandalan dan kecepatan aksesnya.
  • Desember 2008. Domain dapodik.diknas.go.id dan dapodik.depdiknas.go.id tidak bekerja dengan optimal, sehingga dibuat alternatif menggunakan domain baru yaitu: DAPODIK.ORG selain JARDIKNAS.ORG
  • Februari 2009. Biro PKLN membentuk Tim Call Center DAPODIK untuk melayani para pengguna bekerjasama dengan Tim DAPODIK.
  • September s.d November 2009. PSP Balitbang bekerjasama dengan Tim DAPODIK Biro PKLN untuk melakukan rekonsiliasi data NPSN sebagai bagian dari kegiatan Program Sertifikasi Sekolah. Melalui program tersebut secara resmi NSS diganti dengan NPSN.
  • Maret 2010. PSP Balitbang akhirnya melakukan serah terima operasional dan pengelolaan DAPODIK dari Biro PKLN yang seharusnya dilakukan sejak awal tahun 2008 lalu. Hal ini untuk mendukung Program Sertifikasi Sekolah berbasis NPSN. Disepakati ada proses alih teknologi secara bertahap untuk pemindahan operasional dan pengelolaan DAPODIK ke PSP Balitbang. Sebagai tahap awal dilaksanakan pemindahan personal Tim Call Center DAPODIK dari Biro PKLN ke PSP Balitbang untuk menjaga kesinambungan layanan DAPODIK. Proses dan tahapan berkenaan dengan perangkat, sistem dan data akan dilaksanakan secara bertahap.
  • Juni 2010. Tim Call Center DAPODIK di Biro PKLN dipindahkan ke PSP Balitabang sebagai bagian dari proses transisi dan alih teknologi secara bertahap untuk pengelolaan DAPODIK.
  • Agustus 2010. Situs publik DAPODIK dimutakhirkan dengan menyajikan data per wilayah provinsi, kota/kabupaten hingga sekolah-sekolah.
  • Oktober – Desember 2010. Rangkaian kegiatan alih teknologi dan pengelolaan DAPODIK kerjasama antara Tim DAPODIK Biro PKLN dengan PSP Balitbang sebagai bagian strategik persiapan pengelolaan lanjutan DAPODIK oleh PSP Balitbang mulai 2011.
  • Oktober – Desember 2010. Tim DAPODIK Biro PKLN bekerjasama dengan PUSPENDIK untuk merintis pengelolaan data peserta UN yang terintegrasi dengan DAPOPIK dengan harapan dalam 3 tahun ke depan tidak perlu lagi ada pendataan berulang-ulang terhadap para peserta UN.
  • Januari 2011. PSP Balitbang diubah menjai PDSP Kemdiknas dengan pimpinan baru dan tanggungjawab baru.
  • Februari 2011. Dilaksanakan serangkaian pembahasan persiapan pengelolaan DAPODIK 2011 antara Tim DAPODIK Biro PKLN dengan Tim DAPODIK PDSP sebagai tindak lanjut hasil kegiatan Alih Teknologi Dapodik akhir Desember 2010.Tim DAPODIK Biro PKLN merekomendasikan proses pengalihan operasional teknis dilaksanakan secara matang dan bertahap karena sistem DAPODIK sangat kompleks dan multi teknologi serta mengurangi resiko downtime sistem yang mengganggu layanan transaksi DAPODIK dari seluruh Dinas dan Sekolah seIndonesia.Sebagai pengalaman dari proses transisi Jardiknas 2008 lalu karena tidak ada proses transisi dan pendampingan dari Tim JARDIKNAS (DAPODIK) Biro PKLN ke Tim Pustekom yang memadai, akhirnya berdampak sistem layanan akses JARDIKNAS terganggu beberapa hari setelah proses pengalihan karena hal teknis sederhana yang tidak bisa diselesaikan oleh Tim Pustekkom. Tim DAPODIK Biro PKLN bersedia akan berbagi pengalaman dengan Tim PDSP selama proses pendampingan pengalihan operasional teknis hingga Tim PDSP telah dinilai siap secara teknis oleh Tim DAPODIK Biro PKLN untuk mengelola sistem DAPODIK secara mandiri. Kepala PDSP setuju menyepakati membentuk Tim Gugus Tugas Teknis bersama yang melibatkan kedua tim untuk koordinasi dan sinergi melaksanakan proses transisi teknis pengelolaan DAPODIK. Tim Gugus Tugas dimaksud tidak pernah terwujud karena tidak kunjung dibentuk oleh PDSP.
  • Februari s.d Maret 2011. Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) Kemdiknas bekerjasama dengan Tim DAPODIK Biro PKLN untuk menyediakan sistem transaksi Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Online dari 29.000 sekolah se Indonesia.
  • Februari – Maret 2011. Tim DAPODIK Biro PKLN bekerjasama dengan Tim BidikMisi Dikti dalam proses interkoneksi sistem untuk mendukung program BIDIKMISI Dikti Kemdiknas.
  • Agustus 2011. Tim Call Center DAPODIK Biro PKLN yang ditugaskan di PDSP diberhentikan secara sepihak oleh PDSP tanpa ada koordinasi terlebih dahulu dengan Biro PKLN.
  • September 2011. PDSP mengumumkan akan membangun sistem baru pengganti DAPODIK.org dan tidak bertanggungjawab lagi terhadap pelayanan pada DAPODIK.org yang dikelola oleh Tim DAPODIK Biro PKLN.
  • Desember 2011. Tim DAPODIK Biro PKLN menghormati keputusan dan kebijakan PDSP. Agar tidak terjadi dualisme sistem DAPODIK dan karena program EDS Online PPMP yang terintegrasi dengan DAPODIK masih berlangsung hingga 31 Desember 2011. Tim DAPODIK Biro PKLN mengumumkan secara resmi akan menutup layanan DAPODIK per 1 Januari 2012.

Sejarah merupakan guru yang terbaik sebagai bagian suatu proses pembelajaran dan pengalaman menuju perbaikan dan penyempurnaan yang tiada henti. Banyak pelajaran berharga selama Layanan DAPODIK Biro PKLN beroperasional periode 2006 s.d 2011. 

Sumber Data utama Pendidikan Indonesia
  1. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) adalah sistem pendataan sekolah skala nasional dengan memberlakukan suatu kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh sekolah Indonesia mulai jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Termasuk juga sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Departemen Agama. Dengan pendataan sekolah secara terpusat dan online ini, maka pengembangan dan pengawasan program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan mutu sekolah, seperti program rehabilitas sekolah, pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB) dapat dilaksanakan dengan lebih akurat, tepat sasaran dan berkesinambungan.
  2. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) adalah sistem pendataan siswa skala nasional dengan memberikan kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh siswa Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta dapat dimanfaatkan juga pada jenjang pendidikan tinggi. Dengan program NISN, maka seorang siswa tidak perlu berganti nomor induk setiap kali mengalami penggantian jenjang maupun jenis pendidikan. 1(satu) nomor akan digunakan hingga siswa tersebut menamatkan pendidikannya. Dengan NISN ini pula, maka perkembangan riwayat pendidikan para siswa dapat dengan mudah dipantau secara nasional, termasuk juga perubahan data yang terjadi, seperti proses mutasi, tingkat kelulusan hingga data siswa yang putus sekolah. Dengan NISN maka program-program perencanaan pendidikan nasional, pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pelaksanaan Ujian Nasional ataupun kegiatan berskala nasional lainnya yang berkaitan erat dengan data siswa dapat lebih terukur dan terjamin keakuratan datanya.
  3. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) adalah sistem pendataan pendidik dan tenaga kependidikan skala nasional dengan memberikan kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang ada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dengan memiliki NUPTK, seorang pendidik dan tenaga kependidikan akan lebih mudah memperoleh hak-haknya di dalam program pemerintah, seperti keikutsertaan pada sertifikasi profesi pendidik, tunjangan profesi dan program-program lainnya yang berkaitan dengan pendidik dan tenaga kependidikan.

Ketiga program pengelolaan data utama tersebut menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan sebagai Data Pendukung Utama Pendidikan Nasional yang valid, akurat, akuntabel dan up to date untuk digunakan dalam melaksanakan program-program Pendidikan Nasional lainnya.

Sumber: Dapodik

Daftar Nama 5.317 Orang Lulus CPNS Tenaga Honorer K-2 Provinsi Sumatera Barat

Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terus mengumumkan daftar kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur Tenaga Honorer Kategori II (K2) instansi pemerintah pusat dan daerah. Pengumuman kelulusan CPNS dilakukan secara bertahap sejak 10 Februari 2014 lalu dan terus di-update. Pengumuman kelulusan honorer K2 tidak dilakukan serentak karena adanya masalah teknis. Dari 605 ribu peserta seleksi, jumlah peserta yang dijaring sekitar 218 ribu orang.

Untuk daerah Provinsi Sumatera Barat terdapat sebanyak 5.317 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dinyatakan lulus tersebar di 19 kabupaten/kota ditambah dengan CPNS Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah Kab. Padang Pariaman tercatat daerah yang paling banyak mendapatkan kelulusan CPNS yakni 573 orang, disusul Pemerintah Kab. Pesisir Selatan dan Pemerintah Kota Padang masing-masing sebanyak 557 orang dan 510 orang sebagai terbanyak kedua dan ketiga. Sementara Pemerintah Kota Padang Panjang hanya 21 orang CPNS yang berhasil lulus.

Berikut daftar nama-nama 5.317 orang lulus CPNS tenaga honorer K-2 Provinsi Sumatera Barat yang dapat diunduh.

No.Wilayah Kabupaten/KotaJumlah Lulus
1Pemerintah Provinsi Sumatera Barat70 orang
2Pemerintah Kab. Agam439 orang
3Pemerintah Kab. Dharmasraya290 orang
4Pemerintah Kab. Kep. Mentawai142 orang
5Pemerintah Kab. Limapuluh Kota326 orang
6Pemerintah Kab. Padang Pariaman573 orang
7Pemerintah Kab. Pasaman Barat490 orang
8Pemerintah Kab. Pasaman212 orang
9Pemerintah Kab. Pesisir Selatan557 orang
10Pemerintah Kab. Sijunjung277 orang
11Pemerintah Kab. Solok Selatan411 orang
12Pemerintah Kab. Solok359 orang
13Pemerintah Kab. Tanah Datar229 orang
14Pemerintah Kota Bukittinggi88 orang
15Pemerintah Kota Padang Panjang21 orang
16Pemerintah Kota Padang510 orang
17Pemerintah Kota Pariaman91 orang
18Pemerintah Kota Payakumbuh120 orang
19Pemerintah Kota Sawahlunto62 orang
20Pemerintah Kota Solok50 orang

Jumlah5.317 orang

Keterangan:
  • Klik nama wilayah Kabupaten/Kota untuk melihat nama yang lulus per Kabupaten/Kota
  • Klik Jumlah untuk melihat nama yang lulus se Provinsi Sumatera Barat

Jadwal UKG dan Tahapan Sertifikasi Guru Tahun 2014

Menjadi Guru Profesional adalah harapan semua guru di Indonesia saat ini. Dengan menjadi Guru Profesional, mereka berhak memperoleh tambahan gaji sebesar gaji pokok dengan syarat-syarat tertentu, salah satunya memiliki Sertifikat Pendidik. Untuk mendapatkan sertifikat pendidik perlu mengikuti proses sertifikasi guru dalam beberapa tahapan, mulai dari tahapan clossing date persiapan awal calon peserta Uji Kompetensi Guru (UKG), Pelaksanaan UKG, mengikuti proses sertifikasi dengan pola Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) ataupun pola Pendidikan Profesi Guru (PPG), sampai memperoleh sertifikat pendidik sebagai guru profesional.

Tahun 2014 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memanggil guru-guru yang belum meiliki sertifikat pendidik untuk mengikuti proses sertifikasi. Pola Sertifikasi Guru tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Para guru dipersiapkan untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) sebagai jalur utama Sertifikasi guru.

Verifikasi Data
Verifikasi Data adalah tahap awal persiapan pelaksanaan verifikasi calon peserta sertifikasi guru tahun 2014. Sumber data guru mengacu pada database NUPTK di alamat bpsdmpk.kemdikbud.go.id/padamu. Tahap verifikasi Data (Verifikasi data peserta UKG 2013 dan belum terdafatar sebagai peserta sertifikasi guru 2013 dan Verifikasi dan penambahan data calon peserta)

Persiapan dan Pelaksanaan UKG bagi Calon Baru
  • Pengumuman pelaksanaan UKG kepada seluruh calon peserta UKG 2014 tanggal 20 Februari 2014. Pengumuman akan dilakukan oleh Dinas pendidikan kota/kabupaten dan LPMP.
  • Pembagian kartu peserta akan dilaksanakan pada tanggal 20 s.d 22 Februari 2014. Setiap peserta wajib membawa kartu peserta ketika akan mengikuti UKG. Pemeriksaan identitas peserta ini akan dilakukan oleh pengawas ruangan UKG.
  • Pelaksanaan UKG secara online dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 28 Februari 2014.
  • Pelaksanaan UKG secara offline/manual dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2014. Pelaksanaan secara manual/offline ini khusus bagi daerah-daerah tertentu yang infrastrukturnya tidak mendukung pelakasanaan UKG secara online.
  • Pemantauan dan Evaluasi akan langsung dilaksanakan oleh BPSDMPK PMP bersama Dinas pendidikan kabupaten/kota dan LPMP pada tanggal 25 s.d 28 Februari 2014.
  • 6. Pengolahan hasil UKG 2014 akan dilakukan oleh BPSDMPK PMP pada tanggal 2 s.d 5 Maret 2014.
  • Pengumuman hasil pelaksanaan UKG 2014 akan disampaikan langsung oleh BPSDMPK PMP melalui website pada tanggal 11 Maret 2014.

Evaluasi Calon Tidak Lulus PLPG 2013
Guru yang tidak lulus dalam PLPG tahun 2013 lalu, dipertimbangkan untuk diikutsertakan lagi menjadi peserta PLPG tahun 2014 bersama dengan peserta yang lulus UKG tahun 2014.

Tahap Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2014
Guru peserta secara bertahap dipanggil mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) pada LPTK yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara PLPG. LPTK Penyelenggara PLPG tahun 2014.

Demikianlah, semoga informasi ini bermanfaat bagi para pendidik yang belum memiliki sertifikat pendidik dan para pendidik yang tidak lulus PLPG tahun 2013 lalu dan para pendidik yang akan akan mengikuti UKG tahun 2014, Terimakasih.

Pengumuman Kelulusan CPNS Kategori 2 Ditunda Lagi

Lagi-lagi, pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kategori 2 ditunda. Setelah beberapa kali mengalami penundaan, pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kategori 2 tahun 2013 ditunda lagi. Hal ini disampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPaN-RB) melalui Surat Pemberitahuan No: B/758/S.PAN-RB/2/2014, tanggal 5 Februari 2014. Alasan penundaan sebagaimana disebutkan dalam surat pemberitahuan tersebut dikarenakan ada kendala teknis. Tidak dijelaskan secara rinci kendala teknis seperti apa. Penundaan inipun tidak dijelaskan sampai kapan, namun dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Surat Pemberitahuan tentang penundaan pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kategori 2 tahun 2013 dikeluarkan oleh Tasdik Kinanto, Sekretaris kementerian PAN-RB selaku Sekretaris Tim Pengarah PANSELNAS yang ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah dengan tembusan kepada Menteri PAN-RB dan Kepala BKN, selengkapnya adalah sebagai berikut: 

 

Penundaan pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kategori 2 kali ini memang sering terjadi. Hal ini membuat banyak pihak kecewa, terutama para peserta seleksi CPNS Kategori 2 tahun 2013. Sejak awal mereka menanti pengumuman kelulusan dengan perasaan harap-harap cemas. Mudah-mudahan mereka yang sering kali dikecewakan ini termasuk calon yang lulus. Amin...